gg
Detail Artikel
Home / Artikel / Detail Artikel
Kementerian Kesehatan Saudi Bersiap-Siap Menyambut Haji 1442H

Yassinta Haji Umrah, Jakarta. Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, membuat aktifitas menjadi sedikit terhambat salah satunya adalah pelaksanaan haji dan umrah. Pada tahun 2020M/1441H pelaksanaan haji dilaksanakan dengan terbatas hanya untuk penduduk sekitar Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sekitar Saudi. Di tahun ini 2021M/1442H seluruh masyarakat muslim bertanya-tanya apakah pelaksanaan haji ditiadakan tanpa pengecualian atau tetap dilaksanakan dengan kriteria tertentu.

Bersumber dari nabdapp.com bahwa Kementerian Kesehatan Saudi mulai menerima permintaan bagi mereka yang ingin berpartisipasi dalam pekerjaan Haji 1442H mendatang. Hal ini datang dalam rangka mengamankan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan di Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah serta tempat suci dan pintu masuk jamaah selama musim haji tahun ini 1442H.

Kementerian meminta dibentuknya kepanitiaan di direktorat urusan kesehatan di daerah, gubernur dan klaster kesehatan yang diketuai oleh direktur jenderal kesehatan di daerah, direktur urusan kesehatan di gubernur dan ketua pelaksana pengelompokan tersebut. Untuk memilih dan mencalonkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengikuti musim haji tahun ini.

Panitia ini bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang berkaitan dengan pengamanan jumlah dan kategori tenaga kerja yang dibutuhkan untuk ikut serta, tingkat kompetensinya, dan kebenaran datanya, dan panitia wajib memperhatikan penyelenggaraan Administrasi Umum Haji dan Umrah. Di kantor Kementerian dengan nama-nama anggota komite ketenagakerjaan di direktorat dan pertemuan kesehatan serta sarana komunikasi dengan mereka, dan dalam 15 hari sejak tanggalnya.

Komite ketenagakerjaan di setiap direktorat dan pengelompokan kesehatan berkomitmen untuk mengamankan jumlah dan spesialisasi tenaga kerja yang dibutuhkan darinya untuk setiap kategori dan memiliki kewenangan untuk memilah semua permintaan dalam koordinasi dengan pemberi kerja dari masing-masing kandidat, dan nama-nama yang diangkat dari direktorat pertemuan kesehatan dan kesehatan akan dipelajari dan ditinjau oleh Komite Tenaga Kerja Administrasi Umum Haji dan Umrah untuk memperkirakan jumlah dan spesialisasi yang dibutuhkan dari setiap direktorat dan klaster kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan minat kerja dan untuk memperbarui calon pernyataan dalam koordinasi dengan setiap direktorat dan klaster kesehatan jika perlu.

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa pengajuan nominasi yang diajukan oleh komite ketenagakerjaan direktorat atau klaster kesehatan hanya akan diterima dan formulir partisipasi yang diserahkan langsung ke Administrasi Umum Haji dan Umrah tidak akan diterima. Kecuali calon panitia pengawas dari kalangan pegawai kementerian, memastikan semua bidang formulir pencalonan diisi dengan informasi yang dibutuhkan secara tepat oleh calon sendiri, dan ditandatangani dengan persetujuan, kemudian disetujui oleh pejabat di tempat kerja calon. Sedangkan untuk kategori keperawatan, formulir harus mendapat persetujuan dari kepala keperawatan di fasilitas kesehatan, dengan pastisipasi Departemen Keperawatan di Direktorat dan Klaster kesehatan dalam mendaftarkan data semua calon dari kategori keperawatan, menegaskan perlunya melampirkan formulir nominasi dari otoritas kerja kandidat untuk kategori (dokter-perawat-teknisi) yang menyatakan sifat pekerjaan yang sebenarnya dia praktikkan. Kesesuaian dengan komite yang kompeten di direktorat atau kelompok kesehatan yang dianggap sebagai salah satu persyaratan dasar untuk menerima calon. Asalkan prioritas diberikan kepada tenaga kerja pendukung dari luar urusan kesehatan di Ibukota Suci kepada mereka yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan haji selama beberapa tahun terakhir dan tidak melakukan observasi, mengingat angkatan kerja yang dicalonkan pertama kali adalah kompetensi dan pengalaman yang berbeda.

Setiap direktorat kesehatan atau kelompok berkewajiban untuk mencalonkan kategori keperawatan, yang memiliki pengalaman praktis aktual di departemen berikut (darurat-operasi-perawatan intensif-departemen internal). Sesuai dengan jumlah dan kategori yang dibutuhkan sesuai dengan persetujuan Administrasi Umum Haji dan Umrah.

Kementerian Kesehatan meminta agar persetujuan calon kontraktor ditunda. Untuk berpartisipasi selama musim haji atau yang namanya ada di daftar cadangan dari tanggal 11/20/1442H hingga 12/20/1442H, hingga setelah akhir musim haji, tanpa mencalonkan kontraktor yang sesuai dengan masa maksimum keikutsertaan dalam ibadah haji tersebut, dengan tetap mewajibkan semua calon dari golongan medis dan golongan penolong media serta yang mempunyai hubungan langsung dengan pasien untuk mematuhi persyaratan kesehatan terkait virus corona yang sedang berkembang dan memperoleh sertifikat BICSL dari mereka sebelum menghadiri untuk berpartisipasi dalam musim haji dan persyaratan lainnya untuk kemaslahatan pekerjaan.

Kementerian menyatakan bahwa setiap orang yang dinominasikan oleh panitia dianggap sebagai kandidat untuk bekerja pada musim haji tahun ini di lokasi manapun di Makkah, tempat suci, Madinah, atau titik masuk jamaah. Di dalam angkatan kerja inti atau tenaga kerja cadangan asalkan dia resmi. Dengan mengkonfirmasi pengetahuan sebelumnya tentang ini, dan pertahankan prosedur ini dengan Administrasi Umum Haji dan Umrah, di kantor kementerian, komite tenaga kerja di direktorat dan klaster kesehatan untuk referensi bila diperlukan.

Seperti penjelasan diatas, bahwa Kementerian Kesehatan Saudi sangat konsen terhadap kesehatan para pekerja yang akan berpartisipasi dalam pelayanan Haji 1442H mendatang, dengan menyeleksi secara ketat calon pekerja/pelayan Haji 1442H dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit. Semoga Allah mudahkan segala urusan yang terkait dengan pelaksanaan Haji 1442H/2020M sehingga bisa terlaksana dengan lancar dan aman.


Sumber : http://nabdapp.com/t/83905371