gg
Detail Artikel
Home / Artikel / Detail Artikel
Mana yang harus di dahulukan, bayar hutang puasa ramadhan atau puasa sunah syawal ?

Yassinta Haji Umrah, Jakarta. Puasa syawal menjadi salah satu puasa yang memiliki keutamaan luar biasa. Walaupun sebagian masyarakat muslim masih mengabaikan ibadah puasa yang satu ini. Puasa syawal juga tidak terlepas dari puasa ramadhan, karena berdasarkan sebuah hadits riwayat Abu Ayyub Al-Anshary bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh" (HR. Muslim)

Puasa syawal dilakukan mulai tanggal 2 syawal hingga akhir bulan syawal pada tahun tersebut. Beberapa ulama mengatakan puasa syawal ini merupakan puasa sunah yang memiliki keutamaan yang luar biasa.


Namun bagaimana bagi seseorang yang masih memiliki hutang puasa ramadhan ? ada beberapa pendapat di kalangan para ulama :


  1. Boleh, mendahulukan puasa syawal sebelum mengqadha puasa ramadhan karena waktu pelaksanaan puasa syawal terbatas, sementara waktu untuk mengqadha puasa ramadhan lebih panjang hingga bulan syaban berikutnya dan tidak harus dikerjakan pada bulan syawal. Hal ini sesuai dengan firman Allah ta'ala : "dan barang siapa yang sakit dan berada dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka dia (harus mengganti puasa tersebut) pada hari-hari lainnya" (QS. Al-Baqarah : 185). Dalam sebuah hadits juga dijelaskan, Aisyah radhiyallahu anha berkata : "saya pernah punya utang puasa ramadhan dan saya belum melunasinya kecuali di bulan syaban" (HR. Al-Bukhari)
  2. Lebih baik mengqadha puasa ramadhan dahulu yang hukumnya wajib, baru melaksanakan puasa syawal yang hukumnya sunnah. Ibadah sunnah tidak boleh didahulukan atas ibadah yang wajib. Terkait hal ini, Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menguraikan, "barangsiapa yang mempunyai tanggungan puasa ramadhan, hendaklah mendahulukan mengqadhanya terlebih dahulu karena hal tersebut lebih melepaskan dirinya dari beban kewajiban dan hal itu lebih baik daripada puasa sunah syawal" (Latha'iful Ma'arif, 392). Dalam sebuah hadits Rasulullah shallahu 'alaihi dari Abu Hurairah, "barangsiapa yang mendapati ramadhan dan dia masih mempunyai utang kewajiban puasa darinya yang belum dia penuhi maka tidak diterima amalan puasanya, dan barangsiapa yang berpuasa sunnah sedangkan dia masih mempunyai utang puasa ramadhan yang belum dilunasi, maka tidak diterima puasa sunnahnya." (HR. Ahmad)


Kesimpulan, diperbolehkan puasa syawal terlebih dahulu karena waktu pelaksanaannya terbatas namun lebih baik menyelesaikan hutang puasa ramadhan terlebih dahulu karena hukumnya wajib. Tinggal kita yang memilih akan melaksanakan dan mendahulukan yang mana, karena keduanya didasari oleh hadits yang shahih


Wallahu a'lam bishowab


Sumber : asamuslim.id dalam artikel "puasa syawwal atau puasa ganti dulu ?"